Powered By Blogger

Rabu, 15 Desember 2010

Kehidupan sesudah Mati sesion 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Masih adakah diantara kita yg masih ragu dan dalam hatinya bertanya
“benarkah sesudah mati nanti kita akan dihidupkan kembali???”

Bagi kalian yg masih ragu dengan kehidupan sesudah mati ada baiknya kalian perlu membaca catatan ini dan mulai detik ini segeralah menepis keraguan itu dalam2...
Sebab, jika tidak, maka seluruh ibadah kita tidak akan memiliki nilai akhirat lagi. Semua yang kita lakukan tidak akan diperhitungkan sebagai ibadah, semuanya hanya sebatas amalan duniawi sebagaimana diungkapkan Allah dalam firmanNya :
QS. Al Ahzab (33) : 19 yg artinya “...mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalannya”

Bagi kamu yang sudah meyakininya semoga catatan ini bisa sebagai pengingat dan bisa lebih mendekatkan kita kepadaNya.Amin ya Rabb..

GHAIBq dan GHAIBmu
Bukankah akhirat termasuk perkara ghaib?apakah kita boleh membicarakan yg ghaib?
Apa tidak sebaikknya kita percayai saja??

Akhirat merupakan kategori perkara ghaib. Kita semua, mau tidak mau nantinya akan hidup disana. Apa kita tidak ingin mengetahui bagaimana keadaannya?Kalau memang ada informasi yg bisa diterima secara akal dan iman, kenapa tidak?

Sebenarnya apa sih arti ghaib itu sendiri??ada yg tau ndk??
Menurut buku Tatang Sutarman, lah kok jd ikut2an sule,,hehehe
Secara bahasa, ghaib berarti tidak terdeteksi oleh panca indra,,,eits,,,bukan mas indra lho ya??
Tetapi teman2 tau gak, meskipun tidak terdeteksi oleh panca indra tapi hal yang disebut “ghaib” itu bukannya tidak ada. Kejadian tersebut sebenarnya ada dan terjadi disekitar kita.

Dalam firmanNya, Allah sebenarnya telah menunjukkan arti ghaib kepada kita, seperti pada QS. Huud : 49 yg artinya “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal kamu tidak hadir beserta mereka ketika mereka melemparkan anak2 panah mereka (untuk mengundi) siapa diantara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir disisi mereka ketika mereka bersengketa”

Kalau kita cermati ayat tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa sebenarnya yg disebut “ghaib” itu bukanlah sesuatu yg mutlak yg tidak bisa dideteksi oleh seluruh manusia,melainkan ghaib adalah sesuatu yg tidak bisa dideteksi sebagian orang dan pada masa tertentu saja. Sebagai contoh kisah tntang Maryam tersebut. Kejadian yang diveritakan Allah kepada Muhammad itu “benar-benar terjadi” pada zaman Maryam. Jadi hal itu “tidak ghaib” untuk orang2 yg hidup dijaman Maryam, tetapi hal itu adalah “ghaib” untuk Rasulullah dan umatnya. Sehingga bisa kita simpulkan kalau ghaib itu bersifat relatif. Selalu ada bagian tersembunyi yang tidak kita pahami dan tidak terdeteksi alias ghaib. Akan tetapi, ghaib bagiq belum tentu ghaib bagi kalian dan sebaliknya.

Kejadian masa kini tidaklah ghaib bagi kita tapi ghaib bagi zaman Rasulullah. Dan tentu saja kita boleh membicarakannya dg cara melakukan penelitian dan anlisa terus menerus sehingga yang tadinya ghaib InsyaAllah akan terkuak sedikit demi sedikit.
Dahulu perkembangan janin didalam rahim adalah sesuatu yg ghaib, tapi karena perkembangan iptek maka sekarang bisa dilihat dengan USG sehingga saat ini perkembangan janin bukanah perkara ghaib. Setuju ???
Semoga dari cerita ini bermanfaat dan bisa menambah pemahaman tentang “ghaib”...
See u next sesion....
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar